
Sekarang ada lagi pahlawan muda yang diberi tanggung jawab besar untuk menyelamatkan
dunia. Setelah Harry Potter (Daniel Radcliffe), Frodo Baggins (Elijah Wood) dan kawan-kawan Narnia - Edmund Pevensie (Skandar Keynes), serta
Eragon (Edward Speleers). Kini muncul pahlawan cilik baru, Will Stanton (Alexander Ludwig).
THE SEEKER: THE DARK IS RISING adalah film
pertama yang dibuat berdasarkan adaptasi buku kedua dari lima seri buku tentang pedang dan sihir karangan Susan Cooper, The Dark Is Rising.
/>Film ini diawali dengan kepindahan keluarga Stanton dari daerah nyaman di Amerika ke kota pinggiran di Inggris. Tanpa mereka sadari, ternyata nenek
moyang keluarga mereka mempunyai sejarah tersendiri di kota tersebut beberapa abad lalu.
Putra bungsu keluarga Stanton, Will Stanton
(Alexander Ludwig), memiliki takdir sebagai ksatria yang akan memerangi kegelapan saat menginjak usia empat belas tahun. Will adalah keturunan
terakhir Old Ones yang harus meneruskan dan membantu prajurit The Light untuk memerangi The Dark yang akan muncul menghancurkan dunia.
/>Sebagai keturunan terakhir, Will memiliki kekuatan untuk melacak kemunculan enam tanda dari elemen berbeda. Masing-masing tanda tersebut terbuat
dari kayu, perak, besi, air, api, dan batu. Will harus bersaing dengan The Raider (Christopher Eccleston) dari kelompok kegelapan yang juga berusaha
menguasai keenam tanda tersebut. Sang Kegelapan juga menggunakan pasukan gagaknya untuk menebar teror.
Keenam tanda tersebut
dibutuhkan Old Ones di masa depan untuk mengalahkan kegelapan. Apabila Will berhasil menguasainya, kelompok kegelapan tidak akan berdaya.
/>Will dibantu oleh tetua kaum cahaya, Merriman Lyon (Ian McShane) dan Greythorne (Frances Conroy) untuk transformasi dirinya menjadi The Seeker.
Will dengan kekuatannya mampu menembus waktu, menerbangkan benda, dan beberapa kekuatan supranatural lainnya berusaha melawan The
Raider. Sementara itu,The Raider berencana menyelimuti dunia dengan kegelapan dan dingin.
Susan Cooper adalah seorang penulis asal
Buckinghamshire, Inggris dan mantan wartawan Sunday Times London.
Susan yang memenangkan kompetisi dengan novel fantasi pertamanya,
Over Sea, Under Stone akhirnya memantapkan diri untuk menjadikan novelnya menjadi serial. Novel inilah yang menjadi seri pertama dari novel serial The
Dark Is Rising atau lebih dikenal dengan 'DR Series'. DR series memiliki 5 novel panjang. Over Sea, Under Stone, The Dark Is Rising,
Greenwich, The Grey King, dan Silver On The Tree.
Film yang menelan bea produksi sebesar US$20 juta (sekitar Rp 180 miliar) ini disutradarai
David L Cunningham. Ada beberapa hal yang berbeda antara film dan bukunya. Penulis naskah, John Hodge menulis ulang tokoh utamanya Will Stanton
menjadi berumur 14 tahun dari 11 tahun di buku. Dia menilai usia 11 adalah usia anak-anak sementara 14 termasuk usia transisi.
Cerita di buku
yang mengambil waktu antara 1960-1970 juga ditulis ulang agar lebih kontemporer. Bangsa Viking kemudian dimasukkan dalam film karena dalam buku
diceritakan soal penemuan kapal tua bangsa Viking oleh tokoh utamanya. Hodge juga memasukkan konflik saudara kembar, ketertarikan pada seorang
wanita (Amelia Warner), dan pengasingan di sekolah.
Film perdana produksi Fox-Walden partnership (Walden Media dan 20th Century Fox) ini
sempat menuai kritik karena dituding mirip Harry Potter lantaran tokoh utamanya masih bocah dan harus menanggung beban berat menghadapi kekuatan
kegelapan

Pertama kali Hanung Bramantyo ditawari naskah Get Married, ia
langsung tertarik pada naskah yang ditulis Musfar Yasin. Sangatlah bagus. Tidak melulu berisikan cinta-cintaan, tapi ada cross culture disitu. Musfar
sangat pas menggambarkan kondisi Jakarta, banyak pengangguran, ke-chaos-an sistem pemerintahan, termasuk kultur orang tua yang sangat
menginginkan anaknya menikah.
Ada empat anak muda yang mengakui dirinya sebagai orang paling frustasi se-Indonesia. Keempat anak muda itu,
Mae (Nirina Zubir), Guntoro (Desta 'Club Eighties'), Eman (Aming), dan Beni (Ringgo Agus Rahman). Empat anak muda yang lahir di
kampung dan pada hari yang sama, yang selanjutnya selalu kompak. Sampai-sampai nasib mereka pun kompak, cita-citanya tak ada yang
kesampaian.
Karena desakan ibunya, Mae akhirnya setuju menikah. Beni menjadi orang yang 'beruntung' akan menikahi Mae setelah
pengundian berkali-kali yang dilakukan untuk memilih salah satu dari 3 sohibnya. Sebelumnya Rendy (Richard Kevin), cowok cakep dan kaya yang bosan
bertemu Mae dan jatuh cinta padanya. Namun sayang akibat kesalahpahaman, Rendy dihajar teman-teman Mae.
Pada hari pernikahan Mae dan
Beni, Rendy memimpin anak elit menyerbu anak kampung. Maka terjadilah tawuran antara kaum elit dengan orang-orang di kampung Mae. Alangkah
terkejutnya Mae dan Rendy saat mereka mengetahui bahwa mereka adalah para 'jagoan' dari golongan elit dan kampung. Kesepakatan pun
diambil dan.....siapakah akhirnya yang menjadi pengantin pria?
Proses produksi film ini dimulai dari Desember 2006. Bukanlah hal mudah untuk
membuat schedule dengan seabrek kesibukan bintang-bintang tersebut. Sebut saja Nirina, yang harus tetap komit dengan jadwal presenter yang padat.
Pun dengan Ringgo yang sibuk dengan 'jomblo'-nya, dan Desta dengan acara manggungnya, sementara Aming sibuk dengan ujian akhir di
ITB. Akhirnya produser dan tim produksi sepakat menunda shooting sembari menunggu kelulusan Aming di bulan Februari, sementara proses reading
tetap jalan.
Sempat mengalami proses reading yang cukup berat untuk scene besar, tawuran anak kampung dengan anak elit. Akhirnya shooting
dilakukan pada 18 Maret – 27 April 2007. Shooting direncanakan memakan waktu 26 hari tetapi waktu shooting memerlukan waktu 1 bulan karena bentrok
jadwal pemain. Apalagi dilanda cuaca tak tentu dengan lokasi Depok, kampung belakang Pondok Indah, kampung belakang HI, Gunung Pancar, Sentul,
dll.
Pada akhirnya ini sebuah film yang ringan dan kocak. Seberat apa pun tema dan maksud yang hendak disampaikan sebuah film harus tetap
menghibur. Maka tak perlu menghadirkan keruwetan di tengah kondisi ruwet. Ini sebuah film yang ringan, gampang dicerna dan amat menghibur. Ini film
tentang persahabatan yang diuji pada tingkat paling ekstrim, paling kocak, dan paling menggelikan
/>

Film ini mengisahkan drama percintaan dan alur kehidupan seorang wanita yang terjadi sekitar
tahun 1925 yang diangkat dari novel karya W. Somerset Maugham. Kitty (Naomi Watts), adalah gadis dari keluarga kaya. Lazimnya, seorang wanita
seumurnya sudah menikah. Sebagai wanita normal dirinya juga mulai resah.
Bosan dengan kehidupan mewah, ia pun ingin keluar dari lingkungan
keluarganya. Untuk mewujudkannya Kitty lalu menerima lamaran Dr Walter Fane (Edward Norton). Seorang pria pendiam yang ahli bakteriologi. Setelah
menikah, mereka memutuskan pindah ke Shanghai.
Di Shanghai keluarga Fane bergabung dengan kelompok kolonial Inggris. Mereka juga
berkenalan dengan Charle Townsend (Live Schreiber). Pasca perkenalan inilah kehidupan Kitty berubah. Ia mulai menjalin cinta dengan pria lain. Pria itu
tak lain adalah Charle. Sementara Walter semakin sibuk mendedikasikan dirinya pada pekerjaan.
Sepandai-pandainya tupai melopat, pasti terjatuh
pula. Perselingkuhan Kitty akhirnya diketahui Walter. Lalu, Walter menerima tawaran berkerja di pedalaman China yang tengah dilanda wabah penyakit
kolera. Walker tidak memberikan Kitty pilihan lain selain ikut bersamanya.
Di Desa Mei-tan-fu, Kitty mulai menghadapi realita kehidupan
sesungguhnya. Di tengah-tengah wabah kolera, pasangan suami istri ini justru menemukan cita-cita baru dalam hidup mereka